AISEI WRITING
MENERAPKAN KEBIASAAN - KEBIASAAN BAIK DALAM MENJAGA KESEHATAN
Ketika corona merebak di negri cina , khususnya di wlayah Wuhan, banyak informasikan mulai dari kalangan orang - orang intelek sampai masyarakat biasa, turut membicarakan , dan saat saya diskusi dengan seorang dosen menyampaikan bahwa corona tidak akan sampai ke Indonesia karena jarak yang sangat jauh , kemudian Indonesia adalah negara tropis suhunya panas., virus corona tidak kuat dengan panas , mati dengan air yang mengalir, tidak ada pasar hewan tidak seperti di wuhan , tidak memakan daging kelelawar, tidak memakan daging kodok, dan lain sebagainya.
Saat itu masyarakat Indonesia tidak waspada , cepat tanggap langsung ppkm tapi hanya stay at home, baru sosialisasi gerakan memakai masker, mencuci tangan , menjaga jarak, tapi masyarakat di daerah tidak peduli dengan hal itu , banyak yang berfikir corona itu hanya ada di kota yang tingkat polusinya tinggi, mobilitasnya tunggi , heterogen .
Setelah berbagai media sosial menginformasikan kegentingan jumlah korban yang sangat banyak dan mengerikan ,yang korban covid itu adalah orang - orang tidak dikenal, seolah - olah korban covid itu adalah orang yang jauh , di negara entah berantah, akan tetapi berangsu kemudian orang yang kita kenal , tetangga kita, teman kita, yang minggu kemarin masih sempat berkomunikasi bertegur sapa, tapi kemudian, meninggal seolah - olah mimpi. ternyata corona riil , nyata ada dan perlu diwaspadai , mulailah masyarakat menyadari hal itu.
jam yang sangat sibuk pengiriman sampah dari wilayah kota, di buang ke kabupaten, sepanjang jalan yang dilalui menebarkan aroma bau yang tidak sedap maka perlu menggunakan masker,sebagai penerapan kebiasaan - kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan, selain itu menjaga jarak antri dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar